WASPADALAH!! WICCANISME TELAH MASUK DI INDONESIA

November 12th, 2008 by dzeb

Berawal dari chatting dengan seorang Amerika yang bernama Morgan, maka saya dapat mengenal dan mengetahui secara langsung tentang kelompok agama “Wicca”. Agama Wicca adalah suatu sistem kepercayaan yang didasarkan atas sistem kepercayaan sebelum dikenalnya agama Kristen dan berasal dari daerah Irlandia, Skotlandia dan Wales. Agama Wicca termasuk dalam kategorial agama pagan. Hanya saja tidak kejam seperti yang pernah kita kenal. Wicca adalah salah satu kepercayaan yang sangat damai, harmoni dan berusaha menye-imbangkan antara pemikiran dan kehidupan, yang bertujuan untuk kesatuan dengan semua makhluk.
Kendatipun Agama Wicca telah ada sejak adanya orang Kristen yakni dari masa Paleotikum, tetapi informasi tentang Agama Wicca dapat terbilang sangat minim. Hal itu dikarenakan oleh adanya usaha pembersihan Agama Wicca di muka bumi oleh gereja-gereja di Abad pertengahan. Lebih jauh mengenai Identintas agama Wicca dapat dilihat dari adanya pemujaan kepada dewa Pemburu dan Dewi Kesuburan (maksudnya: orang Irlandia, Skotlandia dan Wales). Realita itu juga dipertegas dengan ditemukannya barang-barang kuno dan lukisan-lukisan di dinding Gua yang telah berumur 30.000 tahun, yang menggambarkan seseorang dengan kepala rusa, seorang wanita hamil yang berdiri di lingkaran dengan 11 orang lainnya. Data itu memperkuat asumsi bahwa agama Wicca adalah salah satu sistem kepercayaan tertua di dunia.
Wicca (Witchcraft) di sejarah kuno dikenal sebagai The Craft of the Wise (Hasil karya mereka yang bijak), karena mereka yang mengikuti jalan kepercayaan ini dipercaya memiliki energi yang selaras dengan alam. Memilki pengetahuan mengenai tumbuhan dan pengobatan, mampu memberi nasihat dan merupakan anggota desa atau komunitas yang dihargai, selain itu juga seringkali mereka adalah bagian dari kaum Shaman.

A. POKOK AJARAN AGAMA WICCA
Sebagaimana halnya dengan agama lain, Agama Wicca juga memiliki pokok-pokok ajaran, antara lain:
1. Sumber Kepercayaan
Sumber kepercayaan Wicca adalah The One, yakni “Dewa dan Dewi” atas semua hal, yang dapat ditemui di pepohonan, hujan, bunga, laut, dan semua makhluk alam. Oleh karena itu, Wicca percaya bahwa semua hal di bumi ini sebagai bagian dari keagungan The One. Agama Wicca juga memuji roh elemen Tanah, Udara, Api dan Air, yang merupakan bagian dari semua makhluk, karena dari keempat elemen ini pula didapat pengetahuan mengenai alam dan pengertian dari semua kehidupan, termasuk kehidupan manusia sendiri.

2. Manusia dan Alam
Dalam pandangan agama Wicca, manusia bukan di atas alam, bumi dan semua makhluk, tetapi adalah sebagai bagian dari semuanya itu, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Oleh sebab itu manusia wajib hidup seimbang dengan alam dan semua makhluk. Pandangan tersebut telah disimpulkan dalam pokok ajaran bahwa “apa yang kita ambil dari alam, harus kita kembalikan kepada alam.” Nah, untuk mencapai visi ajaran tersebut, Agama Wicca sangat mendorong tumbuhnya kebebasan berpikir dari masing-masing pengikut, mendorong mereka untuk belajar dan mengerti mengenai alam dan bumi, sehingga mereka mampu melihat keagungan di semua hal.
“Kita bertanggung jawab atas semua tindakan kita, yang adalah hasil dari perbuatan kita. Kita tidak akan menyalahkan adanya kekuatan lain yang ada di luar kita, dan intinya adalah, kita belajar untuk tahu dan mau menghadapi konsekuensi dari tindakan kita.”

Realita ini menobat para pengikut agama Wicca (The Wiccans) sebagai orang-orang sangat paham dengan siklus-siklus kehidupan, fase-fase bulan dan musim.

3. Moral
Dalam agama Wicca, nilai-nilai Moral sangatlah dijunjung tinggi. Seseorang tidak diperkenankan menyakiti segala yang ada di dunia ini. Misalnya, menebang tumbuhan secara sembarangan atau dengan cara tidak sopan, bagi mereka hal itu dapat menyakiti Alam; atau dalam versi lain: bila ada seseorang mengecewakan yang lain, maka sudah pasti seseorang itu telah bertindak menyakiti sesama. Dasar dari pelajaran moral itu diperoleh dari kepercayaan adanya Law of Three (Hukum Tiga), di mana dikatakan apa pun yang kita kirimkan kepada dunia, akan kembali kepada kita tiga kali lipat, entah itu kejahatan, ataupun kebaikan. Oleh karena itu, pengikut Wicca sejati (Witch) tidak akan melakukan, atau setidaknya menghindari kejahatan atau perilaku jahat.

4. Magic
Agama Wicca sangat mengidolakan kekuatan White Magic, yakni kekuatan sihir yang menyatakan segala “kebaikan”. Itulah sebabnya dalam Agama Wicca selalu diajarkan mantra-mantra yang dipergunakan untuk hal-hal seperti penyembuhan, cinta, harmoni, kreativitas dan kebijaksanaan. Selain itu, Agama Wicca juga memiliki berbagai macam ramuan untuk menyembuhkan sakit kepala, anti flu, dan juga obat kutu alami buat piaraan kaum Wicca.

5. Ritual
Ritual agama Wicca tidak sama dengan agama pagan yang lain, yakni mengorbankan hewan atau manusia dalam setiap upacara atau ritualnya. Ritual agama Wicca selalu diwarnai dengan pembacaan mantra-mantra.

6. Dosa
Wicca tidaklah memuja setan atau bergaul dengan iblis. Wicca tidak perduli akan adanya penciptaan mengenai kejahatan atau hukuman kekal yang akan menakuti manusia, sehingga karena rasa takut itulah, manusia melakukan kebaikan. Wicca percaya bahwa hal baik muncul dari diri sendiri dan karena hal itu adalah yang baik untuk dilakukan

B. PENGANUT AGAMA WICCA

Saat ini penganut agama Wicca telah mencapai 1-3 juta orang. jumlah itu belum termasuk orang-orang yang belum mengakui dan menyadari bahwa mereka adalah seorang The Wiccan.

Di Wilayah NKRI, kelompok penganut agama Wicca ini sudah lama ada meskipun hal itu belum terpublikasikan secara terang-terangan. Bebarapa organisasi yang dapat diindikasikan sebagai kelompok The Wiccan adalah Paguyuban Paranormal Indonesia, Paguyuban Tarot Indonesia dan beberapa kelompok budaya tradisional Indonesia seperti Tondi di Sumatera Utara (A. J Drew, The Wiccan Bible, hlm.203).

Anak juga manusia

June 13th, 2008 by dzeb

"tIdak ada anak-anak yang disebut anak-anak tetapi ada anak-anak yang disebut manusia". Motto ini menjadi sesuatu yang signifikan bagi kita untuk menyadari bahwa anak-anak juga berhak mendapat perhatian khusus sama seperti orang dewasa.
anak-anak adalah manusia sama seperti orang-orang dewasa, karena itu jadikanlah mereka sebagai pribadi yang diperlakukan baik, dihargai dan diberikan kebebasan dalam berkarya sesuai dengan kompetensi masing-masing. ketiga hal tersebut harus dibarengi dengan pendidikan yang dapat membentuk pribadi yang baik, benar dan menyenangkan hati Allah. navi_dzeb@yahoo.co.uk